Pages

Tampilkan postingan dengan label All about Music. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label All about Music. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Juni 2011

Fender Telecuster Thinline Series


Hallo sobat blogger,kali ini saya akan posting artikel tentang gitar favorit saya,yaitu Fender Telecuster Series.Gitar ini bisa dibilang gitar Legendaris.Kenapa saya bisa suka dengan gitar yang satu ini..??
Dilihat dari bentuk sangat aduuhaii,hehe suara sangan lembut,sesuai dengan warna musik yang saya sukai yaitu Blues.
Untuk lebih jelasnya ayoo kita langsung result aja..

Telecaster merupakan salah satu product Fender yang masuk ke kategori legendaries, usia tipe guitar ini lebih tua daripada saudara kandungnya Stratocaster. Model inipun banyak digunakan oleh para musisi dari berbagai aliran musik mulai Blues seperti Albert Collins maupun metal seperti John 5, meskipun demikian Telecaster paling populer di kalangan para musisi country karena dikenal memiliki suara yang garing alias renyah. Seperti tipe guitar Fender yang lainnya Telecaster memiliki berbagai jenis varian. Yang kita bahas kali ini adalah Fender Telecaster Thinline. Thinline sendiri dibagi lagi menjadi dua varian, yang pertama adalah 72 reissue yang menggunakan humbucker sedang yang akan kita kupas kali ini adalah Telecaster Thinline 69 reissue yang menggunakan Single Coil untuk Pick Upnya.

Fitur
Berbeda dengan telecaster yang lainnya yang biasanya menggunakan kayu alder dan solid body. Tipe ini menggunakan kayu mahogany untuk bodynya, dan merupakan tipe semihollow. Jadi terdapat rongga dan F hole di bagian atas. Bentuk bodynya lebih tebal dibanding dengan telecaster biasa dan rongga yang ada membuat gitar ini lebih ringan di banding tipe yang lainnya. Pick guardnya sendiri menggunakan 4 Ply White Pearloid yang bila dipadukan dengan warna sunburst nya membuat gitar ini bentuknya sangat menarik. Necknya menggunakan kayu maple khas Fender dengan fender/Schaller untuk tuning machinenya. Dilengkapi dengan dua buah pick up tipe single coil tele standard.


Spesifikasi
Neck : 1-Piece Maple, “U” Shape, (Gloss Polyurethane Finish).
Fingerboard : Maple, 7.25” Radius (184mm), 21 fret, vintage.
Pickup: 2 Vintage Style Single-Coil Tele® Pickups with Alnico Magnets (Neck & Bridge)
Control : Master Volume, Master Tone, Pickup Switching 3-Position
Bridge : Vintage style 3-saddle strings-thru-body
Machine head : Fender®/ Schaller® Vintage “F” style tuner.
HardWare : chrome.
Pickguard : 4-ply white pearloid.
Scale length : 25.5” (648 mm).
Width at nut : 1.650” (42 mm).
Fitur lainnya : F Hole, “Top-Hat” blade switch-tip, deluxe gig bag.

Playability dan Suara
Jika diamati terlihat bahwa guitar ini memiliki konstruksi yang kokoh juga sangat nyaman untuk dimainkan, rongga di body membuat bobotnya menjadi lebih ringan. Hanya saja radius neck yang kecil menyebabkan agak sulit untuk dibawa ngebut. Hal tersebut terbukti ketika guitar ini dimainkan secara akustik. Terasa nyaman dan mantap di tangan. Bagi para pecinta fender dijamin langsung jatuh hati. Tetapi bagi penggemar neck pipih pasti merasa berat menggunkannya. Features yang sederhana juga membuat guitar ini menjadi simple tetapi tetap menarik.

Untuk mencoba soundnya digunakan dua buah amply. Amply yang pertama adalah Fender Stage untuk mengetahui performance di sound clean dan Carvin Legacy Vai untuk distortion. Sound clean yang dihasilkan begitu nikmat terasa jernih, garing, renyah, dan rongga di guitar membantu terjadinya resonansi yang membuat suaranya semakin mantap. Body mahogany yang digunakan juga membuat guitar ini mempunyai sustain yang lumayan panjang. Performance guitar ini di sound clean terbilang sangat baik. Sebaliknya ketika dicoba dengan menggunakan distortion terlihat performancenya tidak sebaik ketika menggunakan sound clean. Tetap terasa nikmat khas telecaster tetapi jika diberi terlalu banyak distortion sepintas akan terdengar bergaung karena efek dari rongga yang terdapat di body. Tetapi untuk sound classic rock masih dapat didapat.

Jadi,kesimpulan Gitar ini sangat cocok bagi gitaris yang suka memainkan musik yang memerlukan sound clean dan distorsi tipis hingga sedang. Cocok untuk jenis musink blues yang twangky n crunch.
Sekian dulu postingan saya kali ini,,semoga bermanfaat untuk sobat blogger yang sedang mencari-cari gitar apa yang cocok untuk sobat blogger.. 

Sumber : http://oedienkabisz.blogspot.com/2010/03/fender-telecaster-thinline.html
»»  Complete Post..

Sabtu, 04 Juni 2011

Green Day Menyiapkan Album Terbarunya,

LOS ANGELES - Kabar gembira buat para penikmat musik Green Day, mereka saat ini sedang mempersiapkan lagu terbarunya untuk jadi deretan di dalam album.

Vokalis Green Day, Billie Joe Armstrong baru saja mengungkapkan jika dia bersama teman-temannya tengah bekerja keras untuk menyiapkan musik terbaru mereka.


“Baiklah, ini saatnya Green Day telah melakukan jamming untuk lagu-lagu terbarunya setiap hari. Ada sekitar satu ton lagu baru yang fresh dan sangat enerjik, semua ini terasa sangat bagus,” tulis Billie dalam akun Twitternya, seperti dilansir Billboard, Jumat (3/6/2011).

Penyanyi berusia 39 tahun ini menambahkan bahwa dirinya bersama Mike Dirnt (basis) dan Tre Cool (drummer) telah berkolaborasi dengan Jason White.

“Berkolaborasi dan memiliki banyak waktu untuk bermain musik dan ini adalah bukan suatu omong kosong,” lanjutnya.

Green Day terakhir kali meluncurkan album adalah pada tahun 2009 yang bertajuk '21st Century Breakdown'. Awal tahun ini, Billie juga sempat ambil seni peran sebagai St Jimmy dalam panggung hiburan Broadway yang rencananya juga akan dibuatkan sebuah film layar lebar yang berjudul American Idiot.

Sumber : music.okezone.com
»»  Complete Post..

Memasang Lagu Sendiri Di Blog

Malam sobat blogger,mau share lagi nih tentang tips 'n trik blogging.
Yaitu Memasang Lagu Sendri Di Blog,hmmm mudah-mudahan menjadi penerang buat sobat blogger yang lagi kebingungan mencari jalan supaya lagunya ingin dikenal orang..hehehe

Langsung aja kali ya sobat blogger.. Dari pada banyak ngoceh..hehe
Sebelum kita lanjut,ada baiknya kita upload lagu yang akan kita pasang diblog kita.Kita bisa upload diwebhosting gratisan seperti http://up2.upload.pk/ atau yang lainnya.

Oke,,setelah upload lagunya,langsung kita Login ke akun blog kita masing-masing.
Pilih Rancangan >> Tambah Gadget >> HTML/JavaScript
Copas Script dibawah ini ...

<embed src="http://www.odeo.com/flash/audio_player_standard_gray.swf" quality="high" width="300" height="52" allowScriptAccess="always" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash" flashvars="valid_sample_rate=true&external_url=http://up2.upload.pk/uploads/sujudsyukur.mp3" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer"></embed>

Perhatikan yang berwarna biru,itu ukuran gadger plugin yang akan muncul diblog kita,bisa sobat ubah sesuai selera..
Simpan dan Selesai semuanya.. 
Gimana?Bisa gak sobat blogger?Pasti bisa kan?hehehe
Kalau bisa,berarti kita sudah dapat mendengar lagu kita sendiri saat kita membuka blog kesayangan.
Indah rasanya..hehe
Semoga bermanfaat yaa sobat blogger..
»»  Complete Post..

Jumat, 15 April 2011

Download Mp3

Pernah gak sih kalian ngerasa bete karna gak dapet lagu yang sekarang lagi ngetrent,pastinya pernah doong..!!! Disini saya mau share aja tentang lagu-lagu (mp3) yang sekarang itu lagi banyak disukai orang-orang (biar gak ketinggalan jaman..hehehe)


Monggo dilihat..

 
Klik deeh..

*Anang ft Ashanty - Berartinya_Dirimu
*Vierra-Takut
*Jennifer_Lopez - Ven A Bailar_Feat. Pitbull Spanish

Sorry yaa baru dikit postingnya,pasti nanti di share lagi lagu-lagu yang lainnya..

**Beri Masukan yaa lagu apa yang sobat blogger inginkan untuk dipost diblog ini.. :)**


**** TERIMA KASIH TELAH MEMBACA ****
»»  Complete Post..

Senin, 11 April 2011

Bandit Bekasi (Band Pop dari Bekasi)

Hallo semua,balik lagi nih sama anak autis yang coba-coba buat posting suatu hal. Kali ini gw mau post tentang memory gw tentang Musik. Kira-kira 3tahun silam,gw sempet punya band diBekasi yang namanya Bandit Bekasi. Band gw ini menganut warna musik Pop,atau sering orang bilang lagunya yang cinta cintaan.hahaha..
Band kami ini terdiri dari Ryan Brakhma (vokal),Yugo (drum),Gugie (Bass),dan saya sendiri Rizal (gitar).
Kami disini masih bisa dibilang band keluarga,karna Bassis dan Drumer adalah kaka beradik,dan saya dengan mereka berdua masih ada ikatan kekeluargaan.Pada awalnya mereka hanya berjalan tanpa saya,dan pada akhirnya saya masuk kedalam band itu.Tapi sayang,karna obsesi dari ayah sang bassis dan drumer untuk menjadikan anak-anaknya seorang yang sukses (siapa sih orang tua yang mau anaknya melarat),mereka melanjutkan Kuliah,dan karna waktu yang sangat sedikit untuk band,perlahan  kami meninggalkan semuanya.Untung sebelumnya kami sudah mempunyai karya kami sendiri.
Naaah,,intinya saya cuma mau bagi-bagi hasil karya anak bangsa (katanya sih patut dihargai..hehehe) yang diciptakan oleh Arjuna AFI.Lagu ini terinspirasi karna sepeninggalan istri tercinta dari  Arjuna AFI (Luri AFI) yang meninggal saat berjuang untuk kelahiran anak pertama mereka.
Kali ini gw cuma mau share aja karya gw sama temen-temen gw yang sekarang udah ngejalanin karir musik masing-masing..hehehe

Mudah-mudahan kalian senang mendengarnya..

(Jangan Lupa Komentarnya looo...!!!)
Thanks pembaca..
Hehehehe..
»»  Complete Post..

Pentingnya Musik Dalam Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia


MUSIK adalah salah satu cabang seni yang sangat dekat dengan kehidupan kita. Bahkan sejak kita masih bayi, mungkin, kita sudah dikenalkan dengan ‘seni musik’ oleh ibu kita, yaitu lewat nyanyian-nyanyian sederhana, misalnya: lagu Nina Bobo, Pelangi, Pak Pos, dan banyak lagi. Nyanyian-nyanyian itu juga menyemarakkan hidup kita hingga memasuki masa pendidikan prasekolah maupun awal-awal sekolah. Selama pendidikan sekolah formal maupun di lingkungan kita masing-masing, kita pun selalu dikenalkan yang nyanyian-nyanyian yang makin lama makin rumit seiring dengan makin bertambahnya tingkat pendidikan kita. Musik yang kita kenal pun bukan lagi hanya sekedar musik vokal tapi, lebih dari itu, kita pun mengenal instrumen-instrumen musik baik itu instrumen ritmis maupun melodis. Dan musik akan selalu mengiringi hidup kita hingga kita dewasa bahkan hingga kita kembali ke pangkuan-Nya. 
Musik yang kita kenal pun tidak terbatas sebagai sarana hiburan saja melainkan juga musik sebagai salah satu bagian dari sebuah kebudayaan dari suatu bangsa, musik sebagai salah satu bagian dari ritus keagamaan, musik sebagai sarana peluap emosi, dan sebagainya. 
Lebih dari semua hal diatas, musik adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari suatu kebudayaan. Lahirnya dan berkembangnya suatu kebudayaan oleh manusia sudah dipastikan tidak akan terlepas dari unsur musik. Pendek kata, setiap kebudayaan pasti memiliki musik tersendiri. Jadi sekali lagi dapat disimpulkan bahwa manusia tidak akan bisa terlepas dari musik! 


Tapi yang perlu mendapat perhatian dan sekaligus menjadi keprihatinan yang mendasar adalah bahwa musik di Indonesia selama ini hanyalah sebagai hegemoni hiburan. Padahal fungsi dan manfaat musik tidaklah sesempit seperti yang ‘dihayati’ oleh kebanyakan orang Indonesia. Pemahaman dan penghayatan musik yang seperti itulah yang membuat penulis terdorong untuk mengungkapkan pikiran dan ide-ide demi peningkatan terhadap pemahaman dan penghayatan musik bagi bangsa Indonesia, yaitu pemanfaatan musik sebagai alat peningkat sumber daya manusia Indonesia. Sebab kita tahu pula bahwa sumber daya manusia Indonesia secara umum masih kalah dengan banyak bangsa-bangsa lain, terutama bangsa barat. Kerusuhan, pertikaian karena masalah SARA, ancaman generasi kurang gizi, tawuran pelajar, pergaulan dan seks bebas di kalangan remaja, narkotika, dan banyak permasalahan lagi, rasanya sudah cukup untuk menjadi bukti bahwa sumber daya manusia Indonesia secara umum sebaik banyak bangsa-bangsa di dunia ini. Dengan bertitik tolak dari keprihatinan itu semua, maka penulis mau menawarkan salah satu solusi untuk peningkatan sumber daya manusia Indonesia melalui pendidikan musik. 
Namun terdapat hal yang mendasar dan penting dalam pengungkapan pemikiran serta ide-ide penulis dalam makalah ini. Penulis melihat musik disini dalam konteks musik seni barat yang bersifat diatonis; dan bukannya musik Indonesia yang bersifat pentatonis. Hal ini dikarenakan musik seni barat adalah musik yang lebih sistematis dan teratur.


Antara Kecerdasan dan Musik
Pada tahun 1938, M. Dide memulai penelitian mengenai hubungan antara otak kanan dengan musik. Selanjutnya dilakukan penelitian yang lebih intensif dan mendalam oleh Dr. Roger W. Sperry pada tahun 1981. Ia membagi wilayah otak manusia menjadi dua, berdasarkan fungsinya . 
Otak kiri (left hemisphere) merupakan pusat pengendali fungsi intelektualitas. Misalnya logika, daya analitis, daya ingat, pemikiran konvergen, bahasa, perhitungan. 
Otak kanan (right hemisphere) berdasar pada spontanitas dan pengendalian fungsi mental. Misalnya emosi, intuisi, hubungan ruang dan dimensi, pemikiran divergen, gambar, musik dan irama, gerak dan tari. 
Dari hasil penelitian Dr. Roger W. Sperry itu, dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya, musik dapat digunakan untuk menyeimbangkan dengan otak kiri. Dan keseimbangan antara kedua bagian otak tersebut dapat mempengaruhi kecerdasan kita. Pendek kata, musik bisa menjadi sarana untuk meningkatkan kecerdasan kita. 
Penelitian-penelitian mengenai hubungan antara kecerdasan manusia dan musik banyak dilakukan dan semuanya makin menguatkan kesimpulan tadi, yaitu bahwa musik bisa menjadi sarana untuk meningkatkan kecerdasan kita.
Seorang biofisikawan dari Sekolah Musik di Providence, Rhode Island yang bernama Martin Garinder menyimpulkan bahwa pendidikan kesenian dapat berinteraksi dengan kecepatan seseorang menyerap mata pelajaran lainnya, misalnya menulis, membaca, maupun berhitung. Pernyataan itu didapatkannya dari penelitiannya terhadap 96 anak sekolah yang berusia antara lima sampai tujuh (5-7) tahun. Empat puluh delapan (48) siswa pertama didikutkan dalam pelajaran ekstra tentang musik dan seni visual. Sedangkan 48 siswa sisanya hanya mengikuti pelajaran musik dan menggambar sesuai kurikulum standar. 
Pada tahun yang pertama, keempat puluh delapan siswa yang mendapatkan pelajaran ekstra musik itu belajar untuk bernyanyi dalam sebuah paduan suara sekaligus melatih ketepatan menembak nada dan irama. Pelajaran itu menjadi pelajaran yang menyenangkan bagi mereka, sekaligus melatih kepekaan emosional mereka. Kemudian pada tahun kedua, Garinder memberikan kepada mereka pelajaran membaca partitur not balok. 
Dari penelitiannya selama dua tahun itu, secara mengejutkan, Garinder menemukan peningkatan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung yang pesat pada keempat puluh delapan siswa yang mendapat jam ekstra. Dan hebatnya lagi, hal tersebut terjadi pada seluruh anak-anak baik yang tingkat kecerdasannya kurang maupun pas-pasan. Di lain pihak, pada anak-anak yang tidak mendapat jam ekstra, Garinder tidak menemukan perkembangan yang berarti dalam hal membaca, menuis, dan berhitung; apalagi jika dibandingkan dengan mereka yang mendapat jam ekstra musik. 
Penelitian lain mengenai hubungan antara kecerdasan dengan otak dilakukan oleh Frances Rauscher dan Shaw. Mereka memberikan pelajaran piano dan bernyanyi kepada 19 anak selama kurang lebih delapan ( 8) bulan. Setelah itu, Shaw memberikan tes mengenai pelajaran trigonometri dan menggambar blok dua warna. Dan ternyata keterampilan anak-anak itu meningkat. Jadi terdapat respon positif dari pelajaran seni musik yang diberikan kepada mereka. 


Antara Kepribadian Manusia dengan Musik
Pendidikan musik menyumbangkan banyak hal dalam perkembangan pribadi seseorang, apalagi jika pendidikan musik itu mulai dikenalkan pada anak sejak usia dini. Mereka yang mengikuti pendidikan musik terutama sejak dini akan memiliki kepribadian yang berkualitas. 
Salah satu dari hasil dari pendidikan musik adalah bahwa dalam mencapai segala sesuatu dibutuhkan waktu serta proses, tidak bisa langsung jadi. Seseorang yang seperti itu, dalam kehidupannya sehari-hari memiliki prinsip untuk selalu berada pada jalan yang benar dan legal dalam mencapai keberhasilan hidupnya; ia tidak akan mencari jalan pintas yang buruk. Di zaman ini, banyak orang-orang menghalalkan segala cara untuk mencapai keberhasilan termasuk cara yang buruk, misalnya dengan cara menyontek, nepotisme, menyogok, dan banyak lagi. 
Dan karena proses dan waktu yang harus dilalui itu tidak selamanya menyenangkan; bahkan kebanyakan menghasilkan rasa bosan dan malas, ia akan terbiasa dan belajar untuk menghadapi banyaknya tantangan serta rintangan dalam mencapai tujuannya. Orang yang terbiasa menghadapi banyak tantangan serta rintangan tidak akan mudah mengeluh dan berputus asa dalam menghadapi tantangan serta rintangan itu. Sebaliknya, ia akan terus berusaha mengatasi tantangan itu tanpa merugikan orang lain dengan caranya sendiri dan tidak bergantung pada orang lain. Jadi pendidikan musik juga sekaligus membuat seseorang menjadi pribadi yang mandiri dan tidak mudah goyah dalam prinsip. Mengapa? Sebab ia sudah memiliki cara-cara tersendiri dalam menghadapi tantangan dan rintangan melalui pengalamannya selama pendidikan musik. 
Dalam pendidikan musik terdapat sejumlah besar peraturan yang menjadi konsensus (persetujuan) bersama. Terlebih pendidikan musik barat yang bersifat diatonis dan sangat sistematis Jadi seseorang yang belajar musik sudah tentu dan mau tidak mau, akan berhadapan dengan aturan-aturan itu. Ia akan terbiasa dan dididik untuk mematuhi aturan-aturan itu. Sikap ini akan meresap dalam pribadinya sehingga ia akan memiliki prinsip untuk selalu mematuhi serta menghormati peraturan-peraturan dan norma-norma yang ada dan berlaku dalam masyarakat tempat ia hidup. Ia pun akan menjadi pribadi yang memiliki disiplin yang tinggi. 
Pendidikan musik pun akan melatih ketelitian seseorang dalam membaca suatu partitur lagu serta ketepatannya dalam membidik nada suatu nyanyian, misalnya. Hasilnya, dalam kehidupannya sehari-hari pun ia akan terbiasa untuk teliti dan tepat. Misalnya teliti dalam mengerjakan tugas, tepat waktu dalam menepati janji, dan sebagainya.
Bagi mereka yang mengikuti pendidikan musik dalam kelompok orkestra, hasil pendidikan musik bagi pribadi seseorang akan tampak lebih nyata lagi. Mereka yang tergabung dalam orkestra akan dilatih untuk bekerja sama. Sikap ini pun akan meresap dalam pribadinya sehingga ia menjadi pribadi yang dapat diajak bekerja sama dengan orang lain dan tidak menjadi orang yang terlalu individualis. Lebih dari itu ia akan menjadi orang yang dengan senang hati membantu orang lain. 
Lewat musik-musik yang lembut dan harmonis, seseorang akan berkembang menjadi pribadi yang lembut dan harmonis pula. Karenanya seseorang yang mempelajari musik akan mencapai integritas antara pikiran (rasio) dan perasaan (emosi). Dalam kehidupannya sehari-hari, ia tidak hanya mendasarkan setiap perbuatan yang ia lakukan dengan rasio saja atau bahkan dengan emosi saja. Lebih dari itu, ia akan melakukan perbuatannya berdasarkan pertimbangan rasio dan emosi yang seimbang antara keduanya. Sehingga setiap yang perbuatan yang ia lakukan benar-benar berdasarkan suatu kebijaksanaan. 
Musik juga dapat menjadi tempat pelampiasan emosi yang positif. Jadi bagi mereka yang mengikuti pendidikan musik, dapat melampiaskan emosi mereka secara positif, baik dengan memainkan alat musik maupun menciptakan suatu lagu. Terutama bagi mereka yang remaja, dimana emosinya masih labil, pelampiasan emosi secara positif sangatlah diperlukan. Jika remaja tidak memiliki tempat pelampiasan emosi secara positif maka mereka justru akan lari pada jalan yang buruk, misalnya dengan narkotika, mabuk-mabukan, dan banyak lagi. 
Masih banyak lagi sumbangan pendidikan musik dalam perkembangan pribadi manusia ke arah yang lebih baik lagi, dan mungkin makalah ini tidaklah cukup untuk membahasnya satu persatu. Tapi yang jelas adalah bahwa pendidikan musik mengembangkan kepribadian mereka yang mempelajarinya ke arah yang lebih baik. 
 

Pendidikan Musik Instrumental
Dalam hal pendidikan musik instrumental, sudah layak dan sepantasnya jika kita mencontoh bangsa Jepang sebagai sesama bangsa Asia. Berbeda dengan Jepang, Indonesia memulai pendidikan musik dalam bidang vokal. Sedangkan bagi kebanyakan masyarakat Jepang, pendidikan musik dengan instrumen sudah menjadi hal yang umum. Sayangnya, hasil pendidikan musik vokal tidak semaksimal dan sebaik dari hasil pendidikan musik instrumental. Kesimpulan ini didukung oleh hasil dari penelitian yang dilakukan Masaru. 
Pernyataan sebagai hasil dari penelitian yang dilakukan Masaru Ibuka, seorang pemusik dari Jepang, agaknya sedikit berbeda dengan Garinder, Frances, dan Shaw (lih. Bab sebelummya). Dalam buku yang ditulisnya sendiri, yaitu: Kindergarten is Too Late, Masaru menyatakan bahwa pendidikan musik yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi kecerdasan anak adalah pendidikan musik instrumental. 
Masaru menawarkan dua macam metode dalam pendidikan musik instrumental untuk mengembangkan potensi kecerdasan anak. Metode yang pertama adalah dengan metode aktif. Alat-alat musik seperti piano, biola, ataupun gitar, seharusnya dikenalkan pada anak sedini mungkin; yang tepat adalah pada kurang lebih umur tiga sampai empat ( 3-4) tahun. Metode kedua adalah dengan metode pasif. Metode pasif diberikan pada anak-anak berumur kurang lebih lima sampai enam ( 5-6) bulan. Dalam metode pasif, anak hanyalah mendegarkan permainan musik atau rekaman musik tertentu. Karya-karya yang diusulkan oleh Masaru anatara lain, konserto-konserto Antonio Vivaldi, sonata-sonata Wolfgang Amadeus Mozart, konserto-konserto Ludwig van Beethoven, karya-karya Johan Sebastian Bach. 
Jadi seharusnya kita mengenalkan instrumen-instrumen musik kepada anak-anak sejak dini serta memasyarakatkan pendidikan musik instrumental dalam masyarakat Indonesia ini. Sehingga seperti halnya Jepang, kita bisa memiliki gererasi yang unggul. 
 
Sebagai kesimpulan, penulis sekali lagi mau menekankan pendidikan musik sebagai peningkat sumber daya manusia. Yang pertama dari segi kualitas kecerdasan manusia-manusia hasil dari pendidikan musik yang tinggi, terbukti bahwa pendidikan musik sangatlah penting. Sebab musik dapat menyeimbangkan otak kanan serta otak kiri manusia (lih. Bab 2). Kemudian pendidikan musik juga menghasilkan manusia yang memiliki kepribadian yang berkualitas. Kembali dibuktikan bahwa pendidikan musik sangatlah penting. 
Manusia yang cerdas dan memiliki kepribadian yang baik, itulah cerminan manusia-manusia dari bangsa-bangsa yang sudah berhasil dalam mengembangkan sumber daya manusianya. Kombinasi dari kecerdasan yang tinggi serta kepribadian yang baik merupakan kata kunci dari sumber daya manusia yang unggul. Apakah bangsa Indonesia sudah mencapainya? Perlu diakui bahwa bangsa Indonesia belum mencapai sumber daya manusia yang unggul. Dari uraian pada bab-bab sebelumnya dan kesimpulan diatas, terbukti bahwa pendidikan musik dapat meningkatkan sumber daya manusia. Bahkan bangsa-bangsa yang maju bisa berkembang pesat berawal dari pendidikan musik yang baik. Maka kita (baca: bangsa Indonesia) pun perlu melangkah ke depan dengan bertitik tolak dari pendidikan musik yang baik. Sehingga pada akhirnya, kita bisa bisa menjadi bangsa dengan sumber daya manusia yang unggul yaitu generasi yang cerdas serta berkepribadian yang baik.
»»  Complete Post..

Rabu, 27 Oktober 2010

SEJARAH GITAR FENDER

Leo Fender

Leo Fender, yang merupakan penemu dari gitar fender, membuat gitar berbadan padat pertama kali pada tahun 1951 dan diberi nama “Broadcaster”. Yang di kemudian hari nama tersebut digantikan oleh “Telecaster or Tele” dan merupakan gitar berbadan padat gaya spanyol yang pertama kali di produksi secara masal.
Pencetak sejarah lain di sejarah gitar terjadi di tahun yang sama pada saat fender memperkenalkan “precision bass”. “Precision bass” berbeda dari gitar bass biasa pada waktunya karena “precision bass” memiliki fungsi yang portable, kamu dapat memainkannya seperti gitar dan juga dapat di amplifikasikan. “Double Bass atau Upright Bass” yang dahulu digunakan sangat sulit untuk di transportasikan dan seringkali sulit untuk didengar karena suaranya tenggelam oleh alat musik lain.
Pada tahun 1954, fender keluar dengan “Stratocaster atau Strat”. Fender mengadakan riset dengan bertanya kepada gitaris profesional dan staff gitar fender, kemudian bertanya “apa yang anda mau dari gitar?” sehingga dia dapat memperbaiki gitar fender “Telecaster”. Namun mereka berakhir dengan memproduksi gitar kelas atas yang berjalan berdampingan dengan “Tele”. Beberapa karakteristik utama dari “Strat” adalah adanya tambahan single coil pickup dan desain badan double cutaway yang memudahkan gitar tersebut dimainkan di nada-nada tinggi. Salah satu tambahan penting pada “Strat” adalah tremolo bridge, yang pada awalnya berfungsi sebagai alat untuk membelokan senar sehingga dapat mengimitasi suara pada pedal besi gitar.
Fender juga memperkenalkan banyak model lain di dekade selanjutnya termasuk Jaguar, Jazzmaster, dan Jazz Bass. Fender juga memproduksi Twin Reverb amplifier pada waktu itu.
Dikarenakan oleh kurangnya kesehatan Leo Fender, perusahaan gitar fender dijual kebada CBS di tahun 1965. Walaupun perusahaan gitar fender melanjutkan perkembangannya di pemilik yang baru di tahun tahun selanjutnya, perusahaan tersebut menyadari pentingnya managemen yang mengerti musik dan musisi. Hal ini yang menyebabkan perusahaan gitar fender mempekerjakan William Schultz di tahun 1981.
Pada tahun 1985, CBS memutuskan untuk menjual semua bisnis medianya termasuk fender. Sekelompok investor dan staff dari perusahaan gitar fender membeli perusahaan ini dan menempatkan Willian Schultz di posisi pemimpin. Dengan termasuknya orang yang memiliki passion dalam bidang gitar sebagai pemilik perusahaan, seperti staff dari perusahaan itu sendiri, perusahaan gitar fender menjadi semakin baik.
Tahun 1987 menandakan tahun dimana Fender Custom Shop buka untuk pertama kalinya yang berlokasi di Corona, California dimana mereka membuat gitar kustom untuk para profesional dan para antusias gitar. Custom Shop ini jelas merupakan langkah dari fender karena mereka selalu memiliki pengertian akan pentingnya memberikan tepat apa yang diinginkan oleh pelanggan.Fender juga sangat dicintai oleh para musisi Jazz dan Blues.Karakter suara yang dikeluarkan gitar Fender sangat lembut ini yang membuat para musisi jazz dan blues sangat mencintai brand gitar yang satu ini.


Stratocuster Series
Telecuster Series
Fender masih terus berpikir untuk hari ini dan seterusnya untuk memberikan gitar fender terbaik yang dapat mereka buat kepada para pecintanya. Ini yang menjadikan alasan untuk perusahaan gitar Fender merupakan salah satu dari gitar yang paling terkenal yang tercatat dalam sejarah. Beberapa dari tokoh pemain gitar yang mencintai gitar fender mereka adalah Buddy Guy, Eric Clapton, Eric Johnson, George Harrison, Jeff Beck, Jimi Hendrix, Jimmy Page, John 5, John Lennon,John Mayer, Keith Richards, Pete Townshend, Richie Kotzen, Stevie Ray Vaughn  dan Yngwie Malmsteen.
»»  Complete Post..